FOTO PETUGAS EVAKUASI FASILITAS MEWAH DI LAPAS CIBINONG

DATA INFORMASI KLARIFIKASI
SUMBER HOAKS
FACEBOOK
KANAL ADUAN
FACEBOOK
BUKTI ADUAN
GAMBAR
PETUGAS CEK FAKTA
Magang
DILIHAT
48 KALI

Selasa, 06 Oktober 2026

KLAIM : 

[HOAKS: MANIPULATED CONTENT]

Beredar foto di media sosial Facebook @Wa’a Jeck  berupa foto yang diklaim memperlihatkan petugas Lapas Kelas IIA Cibinong, Jawa Barat, tengah mengeluarkan sejumlah fasilitas mewah, seperti AC, televisi, kipas, dan kulkas. Unggahan tersebut menyebutkan bahwa fasilitas-fasilitas tersebut sengaja dipindahkan atau “disapu bersih” dari dalam lapas menjelang inspeksi mendadak yang dilakukan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan pada 28 September 2026. 


CEK FAKTA : 

Berdasarkan penelusuran Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), foto yang diklaim memperlihatkan petugas Lapas Kelas IIA Cibinong sedang mengevakuasi fasilitas mewah sebelum inspeksi mendadak merupakan konten hasil manipulasi AI. Sejumlah kejanggalan terlihat pada wajah, bentuk jari, dan detail seragam petugas. Pemeriksaan menggunakan alat pendeteksi AI juga menunjukkan probabilitas tinggi bahwa gambar tersebut dibuat menggunakan kecerdasan buatan. Temuan ini diperkuat oleh penelusuran Kompas Cek Fakta yang menyatakan bahwa foto tersebut bukan dokumentasi asli dari proses evakuasi fasilitas di Lapas Cibinong.


Di sisi lain, adanya informasi mengenai pemindahan sejumlah barang sebelum sidak tidak berarti foto yang beredar merupakan bukti asli dari kejadian tersebut. Analisisnya, konten ini berpotensi menyesatkan karena menggunakan gambar AI untuk menggambarkan peristiwa yang memiliki konteks nyata, sehingga pembaca dapat menganggap foto tersebut sebagai dokumentasi langsung. Oleh karena itu, keaslian visual perlu diperiksa secara terpisah dari kebenaran narasi yang menyertainya.


KESIMPULAN : 

Foto yang beredar dan diklaim sebagai dokumentasi petugas Lapas Kelas IIA Cibinong sedang mengeluarkan fasilitas mewah sebelum sidak merupakan konten manipulasi AI. Meskipun terdapat informasi mengenai pemindahan sejumlah barang sebelum inspeksi, foto tersebut bukan bukti visual yang autentik sehingga narasi yang menyertainya dapat menyesatkan masyarakat. 


RUJUKAN : 

Komdigi

Kompas.com


TEKS : 

Lita Kus Amelia  @litaaameliaa