Senin, 11 Mei 2026
[HOAKS : MISLEADING CONTENT]
Beredar unggahan video di media sosial Tiktok pada Sabtu (25/04/2026) dengan keterangan dalam video “meniru IRGC di selat hormuz. Indonesia mengirim 12 kapal perang ke selat malaka membuat negara tetangga kebakaran jenggot. Indonesia akan mengenakan tarif tol air kepada kapal asing yang melintas selat malaka”
CEK FAKTA: Setelah melakukan penelusuran menggunakan mesin pencarian Google Image dengan memasukan cuplikan video tersebut. Hasilnya, ditemukan, video serupa yang di unggah oleh Official iNews pada kanal Youtube-nya dengan judul “TNI AL Tembakan Senjata Khusus dalam Laut Opslagab 2024 di Karimunjawa - iNews Malam 11/12”. Yang diunggah pada Rabu (11/12/2024).
Adapun informasi yang dilansir dari cnbcindonesia.com dengan judul artikel “RI Pernah Mau Tarik Tol Selat Malaka, Alasannya Ancaman Bajak Laut” yang tayang pada Jumat (24/04/2026). Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terpikir untuk memungut pajak terhadap jalur pelayaran di Selat Malaka, sebagaimana yang dilakukan oleh Iran di Selat Hormuz. Meski begitu, ia mengakui konsep pemajakan jalur itu belum tentu bisa dilakukan dan tak mudah direalisasikan. Meskipun, porsi jalur perairan di Selat Malaka paling besar berada di daerah Indonesia.
KESIMPULAN: Berdasarkan dari hasil penelusuran terkait unggahan video yang mengklaim “Indonesia akan berikan tarif kepada kapal asing yang melintas di Selat Malaka” itu merupakan berita yang tidak benar.
RUJUKAN: Official iNews
TEKS: Mochammad Rizza @mochrizza_