Kamis, 02 April 2026
Beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook yang mengeklaim bahwa Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia disebut mendorong PT Perusahaan Listrik Negara Persero (PLN) untuk menaikkan harga token listrik dengan narasi tambahan agar rakyat belajar menghemat pemakaian listrik.
CEK FAKTA :
Dari hasil penelusuran informasi tersebut tidak benar. Dilansir dari
kompas.com, setelah dilakukan penelusuran menggunakan mesin pencari Google dengan memasukkan kata kunci "Bahlil Dorong PLN Naikkan Harga Token Listrik", hasilnya tidak ditemukan pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim bahwa Bahlil memerintahkan atau meminta PLN menaikkan harga token listrik pada Maret 2026..
Mengutip dari
antaranews.com, Kementerian ESDM menetapkan tarif tenaga listrik Triwulan I 2026 (Januari-Maret) untuk pelanggan non-subsidi dan subsidi tidak mengalami kenaikan. Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Tri Winarno mengatakan, keputusan itu diambil meski secara formula terdapat potensi penyesuaian tarif.
Lalu, ditemukan gambar Bahlil yang identik pada artikel VOI dengan judul "PLN RUPTL Completes Next Week" yang terbit pada 17 januari 2026.
KESIMPULAN :
Klaim bahwa Bahlil mendorong PLN menaikkan harga token listrik yang beredar di media sosial pada Maret 2026 adalah tidak benar. Tidak ditemukan pernyataan resmi dari Bahlil maupun Kementerian ESDM yang memerintahkan atau meminta PLN menaikkan harga token listrik. Kementerian ESDM justru menyatakan tarif tenaga listrik Triwulan I 2026 untuk pelanggan non-subsidi dan subsidi tidak mengalami kenaikan.
Lalu video yang beredar juga adalah hasil manipulasi AI. Aslinya itu adalah hanya foto yang diubah menjadi video dan ditambahkan suara. Manipulated Content.
RUJUKAN :