Selasa, 13 Januari 2026
Beredar thumbnail video di YouTubepada (30/12/2025) dengan narasi sensasional, “GEMP4R!! KPK GELEDAH KANG DEDI MULYADI”. “ALIANSI MASYARAKAT JABAR DESAK PENJ4RAKAN KDM KALAU TIDAK AKAN DEMO KEPUNG KDM?”.
CEK FAKTA:
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa thumbnail tersebut merupakan hasil penggabungan beberapa gambar dari konteks dan waktu yang berbeda. Gambar KDM mengenakan pakaian serba putih identik dengan foto yang dimuat dalam artikel bogor.pojoksatu.id pada 5 Januari 2026, berjudul “Tak Ada Lagi Rahasia Anggaran, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Minta Pejabat Lapor Bulanan di Medsos”. Foto tersebut tidak berkaitan dengan isu korupsi maupun penggeledahan oleh KPK.
Sementara itu, gambar KDM yang sedang memberikan keterangan pers identik dengan video yang diunggah di kanal YouTube SINDOnews pada 11 Desember 2025, berjudul “KDM Gandeng KPK Lawan Mafia Aset Negara Bahas Sungai dan Penyelamatan Lahan BUMN”. Dalam video tersebut, KDM justru membahas kerja sama dengan KPK, bukan menjadi pihak yang diperiksa atau digeledah.
Adapun gambar yang memperlihatkan uang sitaan hasil Operasi Tangkap Tangan (OTT) identik dengan gambar pada artikel jambipos-online.com yang dimuat pada 20 September 2018 dengan judul “Zola Telepon, Bilang akan Ada OTT KPK, Tapi Dewan Tetap Paksa Uang Ketok Palu”. Foto tersebut merupakan peristiwa berbeda, dan tidak berkaitan dengan narasi yang disisipkan di thumbnail atau di dalam video.
Berdasarkan penelusuran melalui mesin pencari Google, tidak ditemukan informasi resmi mengenai adanya penggeledahan KPK terhadap KDM, terlebih adanya desakan masyarakat untuk memenjarakan KDM sebagaimana diklaim dalam thumbnail. Isi video YouTube yang dimaksud hanya berisi kompilasi potongan video orasi mahasiswa dan opini publik terkait isu perburuhan. Tidak ditemukan satupun sumber berita atau bahasan yang berkaitan dengan narasi yang ditulis dalam thumbnail ataupun judul video.
KESIMPULAN: Klaim yang menyebutkan Kang Dedi Mulyadi korupsi, digeledah KPK, dan didesak dipenjara adalah tidak benar, False Connection.
RUJUKAN:
TEKS:
Aditia Agung Purwadi (@adityaniskala_)