VIDEO YANG MENAMPILKAN HASIL SURVEY GOOGLE TENTANG PILIHAN WARGA TERHADAP TIGA BACAPRES PILPRES 2023

DATA INFORMASI KLARIFIKASI
JENIS KLARIFIKASI
POLITIK - PEMILU 2024
LOKASI INFORMASI
NASIONAL - NASIONAL
JENIS INFORMASI
HOAKS - MISLEADING CONTENT
KANAL ADUAN
FACEBOOK
BUKTI ADUAN
VIDEO
PETUGAS CEK FAKTA
Tommy Sutami
DILIHAT
480 KALI

Selasa, 24 Oktober 2023

Sebuah video yang beredar di platform media sosial Facebook disebut-sebut berisi hasil survei Google mengenai preferensi masyarakat terhadap tiga calon presiden potensial (Bacapres) dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) Republik Indonesia tahun 2024. Ketiga calon tersebut adalah Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Prabowo Subianto. Video tersebut menampilkan persentase dukungan dari pemilih masing-masing bacapres berdasarkan data Google Trends di berbagai provinsi. Apakah benar video tersebut mencerminkan hasil survei Google Trends untuk ketiga calon bacapres?


CEK FAKTA : setelah ditelusuri, mengutip informasi dari halaman pertanyaan dan jawaban (FAQ) Google Trends, data yang disajikan berasal dari sampel permintaan pencarian yang dilakukan oleh pengguna di mesin pencari Google. Data ini sebagian besar tidak mengalami penyaringan. Dalam konteks ini, Google Trends hanya mencerminkan tren pencarian kata kunci di mesin pencari Google pada waktu dan lokasi tertentu. Data ini tidak dapat dianggap sebagai hasil survei, karena survei harus mengikuti metodologi penelitian ilmiah.Data ini mengindikasikan siapa di antara ketiga calon yang paling sering dicari oleh pengguna menggunakan mesin pencari Google. Namun, data ini tidak mencerminkan tingkat elektabilitas ketiganya seperti yang dihasilkan oleh lembaga survei. Video yang beredar di Facebook juga menunjukkan sejumlah angka dari Google Trends mengenai ketiga calon presiden di berbagai provinsi. Sayangnya, angka-angka ini tidak dapat diverifikasi karena tidak jelas kapan data tersebut dikumpulkan, termasuk tanggal, bulan, dan tahunnya.

KESIMPULAN : Pernyataan yang menyatakan bahwa video yang beredar di Facebook tidak mencerminkan data survei Google Trends mengenai tingkat elektabilitas ketiga calon presiden Republik Indonesia adalah tidak akurat.

Informasi tersebut masuk kedalam jenis kategori Misleading Content

RUJUKAN :
https://bitly.ws/Yo36
https://bitly.ws/Yo3s

Pemeriksa Fakta      : Muhammad Daffa revaldi
Instagram            : revaldidaffa