PANDEMI BARU AKIBAT WABAH PES DARI RUSIA

DATA INFORMASI KLARIFIKASI
SUMBER HOAKS
INSTAGRAM
KANAL ADUAN
INSTAGRAM
BUKTI ADUAN
TEXT
PETUGAS CEK FAKTA
Magang
DILIHAT
14 KALI

Jum'at, 09 Oktober 2026

[HOAKS: FALSE CONTEXT]

Beredar unggahan di Threads dari akun yapology yang menyebut adanya seorang perempuan meninggal akibat penyakit pes (plague) di Rusia. Unggahan tersebut juga mengklaim sekitar 200 orang yang pernah melakukan kontak dengan korban sedang menjalani pengawasan medis.


Dalam unggahan itu turut disebut bahwa pneumonic plague lebih mudah menyebar dibandingkan pes bubonik. Informasi tersebut kemudian dikaitkan dengan narasi bahwa kejadian di Rusia merupakan awal dari “pandemi 2” dan kemungkinan akan kembali diberlakukan lockdown.


CEK FAKTA :

Berdasarkan pemeriksaan kompas.com, klaim mengenai adanya pandemi baru yang berasal dari Rusia adalah tidak benar. Informasi tersebut bermula dari laporan mengenai seorang peneliti di Rusia yang didiagnosis mengalami pes atau plague, tetapi kejadian tersebut tidak menunjukkan adanya pandemi baru.


Dilansir dari Associated Press (AP), seorang peneliti Rusia memang didiagnosa mengidap penyakit pes setelah melakukan penelitian terhadap bakteri Yersinia pestis. Sejumlah orang yang melakukan kontak dengannya kemudian menjalani pemantauan medis sebagai langkah pencegahan. Namun, kondisi tersebut tidak berarti telah terjadi wabah atau pandemi baru.


Kompas juga menjelaskan bahwa pneumonic plague memang dapat menular antarmanusia melalui droplet pernapasan, tetapi adanya satu kasus yang kemudian ditindaklanjuti dengan pemantauan terhadap kontak erat tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa pandemi baru sedang terjadi.


KESIMPULAN :

Unggahan yang menyebut adanya pandemi baru dari Rusia akibat penyakit pes dan akan kembali diberlakukan lockdown adalah tidak benar. Memang terdapat kasus penyakit pes pada seorang peneliti di Rusia dan kontaknya menjalani pemantauan medis, tetapi tidak ada bukti bahwa kejadian tersebut merupakan pandemi baru.


RUJUKAN :

kompas.com

Associated Press (AP)


TEKS : 

Gisca Dea Sukma Giscaadeaa