GELOMBANG PANAS DI EROPA AKIBAT 5G DAN REKAYASA CUACA

DATA INFORMASI KLARIFIKASI
SUMBER HOAKS
FACEBOOK
KANAL ADUAN
FACEBOOK
BUKTI ADUAN
GAMBAR
PETUGAS CEK FAKTA
Magang
DILIHAT
22 KALI

Senin, 20 Juli 2026

[HOAKS : FALSE CONTEXT]


Beredar unggahan di Facebook pada 5 Juli 2026 yang menarasikan bahwa gelombang panas ekstrem di Eropa disebabkan oleh teknologi 5G, bukan oleh perubahan iklim atau emisi karbon. 


CEK FAKTA: 

Setelah ditelusuri oleh AFP, klaim bahwa 5G menyebabkan gelombang panas di Eropa terbukti tidak benar. Para ahli menegaskan bahwa 5G tidak memiliki efek apapun terhadap cuaca, karena paparan gelombang radionya hanya menghasilkan peningkatan suhu tubuh yang sangat kecil, jauh terlalu lemah untuk memanaskan atmosfer atau menciptakan sistem cuaca. 


Khoirul Anwar, profesor madya Fakultas Teknik Elektro Universitas Telkom Indonesia, ilmuwan iklim Milan Kloewer, dan Daniele Visioni dari Universitas Cornell, sepakat bahwa tidak ada mekanisme fisik yang memungkinkan sinyal 5G mempengaruhi atmosfer atau memicu gelombang panas. Menurut mereka, fenomena ini justru disebabkan oleh kombinasi peningkatan suhu global akibat gas rumah kaca dan pola meteorologi seperti sistem tekanan tinggi yang memerangkap udara panas di suatu wilayah.


Lalu, John Kennedy, kepala informasi iklim di World Meteorological Organization (WMO), menyatakan bahwa gelombang panas seperti ini memang sudah diperkirakan akan terjadi seiring perubahan iklim, mengingat Eropa merupakan benua yang mengalami pemanasan tercepat dalam 50 tahun terakhir.


KESIMPULAN :

Narasi yang mengklaim bahwa gelombang panas di Eropa disebabkan oleh teknologi 5G merupakan hoaks. Klaim ini tidak memiliki dasar ilmiah, dan bertentangan dengan konsensus ilmiah bahwa gelombang panas adalah fenomena alam yang diperparah oleh perubahan iklim akibat aktivitas manusia, khususnya pembakaran bahan bakar fosil. 


RUJUKAN:

AFP

World Meteorological Organization (WMO)


TEKS: Nauvaldi Pramudya Ardani @nauvaldipr