PESAN BERANTAI TERKAIT AKSI PERAMPOKAN DENGAN MODUS TEH BIUS

DATA INFORMASI KLARIFIKASI
SUMBER HOAKS
FACEBOOK
KANAL ADUAN
FACEBOOK
BUKTI ADUAN
GAMBAR
PETUGAS CEK FAKTA
Magang
DILIHAT
15 KALI

Senin, 20 Juli 2026

[HOAKS : FABRICATED CONTENT]


Beredar unggahan di Facebook mengenai sebuah pesan berantai yang berisi imbauan agar masyarakat waspada terhadap aksi perampokan dengan modus penawaran produk daun teh asal China. Daun teh itu diklaim telah dicampur dengan obat bius dan dapat membuat orang yang menghirupnya tidak sadarkan diri.


CEK FAKTA: 

Berdasarkan penelusuran tim Kompas, pesan berantai soal daun teh yang diklaim mengandung obat bius sebenarnya bukan hal baru. Narasi serupa pernah beredar di Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada 2012, melalui SMS yang mengatasnamakan Polda Bali. Dilansir dari pemberitaan Antaranews pada 2 Maret 2012, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat Kota Mataram saat itu, H Lalu Junaidi, membantah kebenaran narasi tersebut. Ia menyebut isu yang disebarkan lewat SMS itu sangat menyesatkan, dan menduga pihak yang menyebarkannya adalah oknum tidak bertanggung jawab. 


Isu serupa kemudian muncul kembali di Daerah Istimewa Yogyakarta pada 2013, kali ini mengatasnamakan Polda DIY. Sebagaimana diberitakan Tribunnews.com pada 17 Desember 2013, Kabid Humas Polda DIY saat itu, Ajun Komisaris Besar Anny Pudjiastuti, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menerima laporan maupun mengeluarkan imbauan terkait teh bius. Ia memastikan bahwa Polda DIY tidak pernah mengirimkan SMS tentang isu tersebut. 


KESIMPULAN :

Pesan berantai soal aksi perampokan dengan modus penawaran produk daun teh yang telah dicampur obat bius ternyata bukan isu baru, melainkan hoaks lama yang kembali beredar. Narasi ini sudah muncul di masyarakat setidaknya sejak 2012, dan telah berulang kali dibantah serta dinyatakan sebagai hoaks oleh pihak berwenang. 


RUJUKAN:

Kompas

Antaranews

Tribunnews


TEKS: Nauvaldi Pramudya Ardani @nauvaldipr