MENGHANGATKAN NASI DALAM MAGIC COM LEBIH DARI 6 JAM DAPAT MEMICU KANKER DAN DIABETES

DATA INFORMASI KLARIFIKASI
SUMBER HOAKS
INSTAGRAM
KANAL ADUAN
INSTAGRAM
BUKTI ADUAN
VIDEO
PETUGAS CEK FAKTA
Magang
DILIHAT
12 KALI

Jum'at, 17 Juli 2026

MENGHANGATKAN NASI DALAM MAGIC COM LEBIH DARI 6 JAM DAPAT MEMICU KANKER DAN DIABETES




KLAIM: [HOAKS : MISLEADING CONTENT]


Beredar unggahan di media sosial Instagram bahwa membiarkan nasi tetap hangat di dalam magic com selama lebih dari enam jam dapat memicu risiko kanker dan diabetes. Klaim tersebut disertai narasi yang menyebutkan bahwa proses pemanasan nasi secara terus-menerus dalam durasi tersebut dapat mengubah nasi menjadi zat beracun yang berbahaya bagi kesehatan. 


CEK FAKTA:


Hasil verifikasi Tempo menegaskan bahwa klaim nasi yang dihangatkan lebih dari enam jam memicu kanker dan diabetes adalah keliru. Ahli gizi dr. Tan Shot Yen menjelaskan bahwa risiko utama dari kebiasaan tersebut bukanlah kanker, melainkan potensi infeksi saluran cerna akibat bakteri Bacillus cereus, yang menurut riset tahun 2021 dapat berkembang pada nasi yang tidak disimpan secara steril. 


Terkait diabetes, dr. Tan menekankan bahwa penyakit ini dipicu oleh ketidakseimbangan kontrol gula darah, bukan sekadar proses pemanasan nasi. Meski demikian, penelitian Universitas Airlangga (2023) mencatat bahwa nasi yang disimpan 12 jam memiliki indeks glikemik lebih tinggi dibanding nasi baru, yang berpotensi memicu lonjakan gula darah lebih cepat. Sebagai saran, dr. Tan mengimbau masyarakat segera mengonsumsi nasi setelah matang atau menyimpannya dalam kulkas (suhu di bawah 5 derajat celcius) untuk menjaga keamanan pangan. Sementara itu, merujuk pada Cleveland Clinic, infeksi bakteri Bacillus cereus umumnya hanya menimbulkan gejala ringan seperti mual atau diare yang dapat diatasi dengan hidrasi yang cukup. 


KESIMPULAN:


Klaim bahwa nasi yang dihangatkan lebih dari enam jam memicu kanker dan diabetes adalah keliru. Risiko nyata dari kebiasaan tersebut bukanlah kanker, melainkan potensi infeksi saluran cerna akibat bakteri Bacillus cereus, sementara risiko diabetes lebih berkaitan dengan pola konsumsi dan kontrol gula darah individu daripada sekadar durasi penyimpanan nasi. 


RUJUKAN:


tempo.com

e-journal.unair.ac.id

Cleveland Clinic  

PubMed Central


TEKS: Moh Rahhael Malka Badzaly @rahhaelmalka