VAKSIN mRNA YANG DIDISTRIBUSIKAN MELALUI MAKANAN DAPAT MEMBATASI KEMAMPUAN TUBUH MANUSIA UNTUK MELAWAN KANKER

DATA INFORMASI KLARIFIKASI
SUMBER HOAKS
TWITTER
KANAL ADUAN
TWITTER
BUKTI ADUAN
VIDEO
PETUGAS CEK FAKTA
Magang
DILIHAT
18 KALI

Jum'at, 17 Juli 2026

HOAKS [MISLEADING CONTENT]


Beredar unggahan di media sosial X dan Threads yang berisi, ahli gizi dan eksekutif pertanian Saskatchewan John Graff yang mengklaim bahwa vaksin mRNA yang didistribusikan melalui makanan dalam hal ini yang diberikan pada udang dapat membatasi kemampuan tubuh manusia untuk melawan kanker.


CEK FAKTA: 

Hasil penelusuran AFP menunjukkan bahwa klaim mengenai penggunaan vaksin mRNA yang diberikan pada udang tidak sesuai fakta. Petya Popova, peneliti terapi mRNA dari Universitas British Columbia, menjelaskan bahwa mRNA tidak dapat mengubah DNA manusia dan akan terurai secara alami setelah menjalankan fungsinya.

Sementara itu, Canadian Food Inspection Agency (CFIA) mengatakan kepada AFP melalui email memastikan bahwa hingga saat ini belum ada vaksin mRNA yang disetujui untuk digunakan pada makanan laut di Kanada, termasuk udang. Meski pengembangan vaksin mRNA untuk udang sedang diteliti, teknologinya masih dalam tahap pengembangan dan belum digunakan secara komersial.

 

KESIMPULAN: 

Statement yang dikeluarkan oleh John Graff yang mengklaim bahwa vaksin mRNA yang didistribusikan melalui makanan dapat membatasi kemampuan tubuh manusia untuk melawan kanker merupakan hoaks, dan tidak ada bukti konkret yang mendukung klaim tersebut.


RUJUKAN:

AFP

Canadian Food Inspection Agency