Rabu, 08 Juli 2026
Unggahan video yang menampilkan langit di Venezuela berubah menjadi merah dan membentuk seperti cincin disertai dengan kilatan petir disebarluaskan oleh banyak pengguna Facebook pada Sabtu (4/7/2026).
Dalam video tersebut, warga tampak berlarian sambil berteriak ketika warna merah mulai mendominasi langit. Sambaran kilat terjadi beberapa kali, disusul dengan suara dentuman.
Fenomena itu dikaitkan dengan gempa di Venezuela karena terjadi tak lama setelah gempa kembar mengguncang Caracas, ibu kota Venezuela.
CEK FAKTA:
Dilansir dari Kompas.com memang benar langit di Venezuela sempat berwarna merah pada 30 Juni 2026, namun fenomena ini sama sekali tidak berkaitan dengan gempa bumi.
Menurut penjelasan ilmiah yang dilansir dari The Independent dan NASA, fenomena tersebut adalah candilazo atau hamburan Rayleigh. Peristiwa ini terjadi ketika cahaya Matahari melintasi atmosfer yang lebih tebal saat terbenam. Warna merah dan jingga menjadi dominan karena cahaya bergelombang pendek (biru dan ungu) terhambur, sementara warna merah yang bergelombang panjang lebih mudah terlihat.
Intensitas warna merah yang ekstrem di Venezuela saat itu disebabkan oleh tingginya konsentrasi partikel debu Gurun Sahara yang terbawa angin melintasi Samudra Atlantik, sehingga efek hamburan cahaya menjadi jauh lebih pekat dari biasanya.
KESIMPULAN:
Narasi yang mengaitkan video langit merah tersebut dengan gempa bumi adalah salah. Video yang beredar luas di media sosial merupakan produk manipulasi AI, sementara fenomena langit merah yang asli di Venezuela murni merupakan kejadian meteorologi alami.
RUJUKAN:
TEKS: Moh Rahhael Malka Badzaly @rahhaelmalka