RUSIA TIDAK MENEMUKAN VIRUS DARI HASIL OTOPSI JENAZAH COVID-19

DATA INFORMASI KLARIFIKASI
SUMBER HOAKS
KANAL ADUAN
WHATSAPP
BUKTI ADUAN
LINK
PETUGAS CEK FAKTA
Tommy Sutami
DILIHAT
752 KALI

Senin, 10 Mei 2021

RUSIA TIDAK MENEMUKAN VIRUS DARI HASIL OTOPSI JENAZAH COVID-19


Beredar ebuah pesan berantai yang diklaim bersumber dari Kementerian Kesehatan Rusia. Pesan berantai ini berisi klaim bahwa hasil autopsi di Rusia terhadap jenazah Covid-19 menunjukkan bahwa Covid-19 tidak berbentuk virus, melainkan bakteri yang telah terpapar radiasi dan menggumpal di darah sehingga menyebabkan kematian.


Selain klaim bahwa Covid-19 bukan virus, disebutkan para dokter Rusia tidak menjalankan kesepakatan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO dengan melakukan autopsi terhadap jenazah Covid-19.


CEK FAKTA :


Pesan berantai ini sebelumnya pernah beredar. Ketika itu, otoritas yang tertulis adalah pemerintah Italia, bukan pemerintah Rusia.


Dilansir cekfakta.tempo.co, Rusia mengandalkan analisis post-mortem untuk memutuskan apakah kematian orang yang terinfeksi disebabkan oleh Covid-19. Pada Desember 2020, Tatyana Golikova, Wakil Perdana Menteri Rusia, mengatakan semua kematian Covid-19, kecuali dilarang oleh agama, tunduk pada analisis post-mortem ini.


Klaim bahwa Rusia melanggar kesepakatan WHO karena mengautopsi jenazah Covid-19 juga tidak sesuai fakta. Pada 24 Maret 2020, WHO menerbitkan panduan yang berjudul "Infection prevention and control for the safe management of a dead body in the context of COVID-19: interim guidance".


Dalam panduan ini, WHO memuat panduan keamanan untuk melakukan autopsi terhadap jenazah pasien Covid-19. Salah satunya adalah perlindungan bagi mereka yang mengautopsi, ketersedian alat pelindung diri (APD), dan melibatkan sedikit staf untuk mengautopsi.


KESIMPULAN :

Klaim bahwa Rusia tidak menemukan virus dalam hasil autopsi jenazah Covid-19, keliru. Klaim ini bertolak belakang dengan hasil autopsi yang dilakukan di Rusia terhadap jenazah pasien Covid-19. WHO pun tidak pernah melarang sebuah negara untuk melakukan autopsi terhadap jenazah Covid-19.


Informasi ini adalah kategori jenis MISLEADING CONTENT


RUJUKAN :

1. https://bit.ly/3eQJvUB

2. https://bit.ly/33QxHvd

3. https://bit.ly/2RpmvTP