Jum'at, 30 Agustus 2019
ALAT BERAT IBU KOTA BARU TENGGELAM
[DISINFORMASI]
Berdasarkan aduan yang masuk ke Tim JSH. Beredar sebuah video dengan narasi :
"Alat berat yang mau dipakai infrastruktur calon Ibu Kota. Tenggelam diperairan Sampit. Moga ini pertandaAllah akan menenggelamkan rezim ini macam Fir'aun beserta bala tentaranya. Aamiin"
Setelah kami melakukan penelusuran informasi tersebut adalah SALAH.
[PENJELASAN]
Kapal yang tenggelam tersebut berjenis LCT (Landing Craft Tank) bernama Ayu 78. LCT tersebut membawa 13 awak termasuk nahkoda. Mengangkut 9 unit alat berat yang terdiri dari 2 ekskavator, 5 dump truk jenis heavy duty (HD), 1 buldozer, dan 1 truk tangki minyak dari jety milik PT Sungai Berlian Bakti (perusahaan tambang batubara), yang berkedudukan di Kelurahan Bantuas, Kecamatan Palaran.
Landing Craft Tank (LCT) Ayu 78 rupanya mengabaikan larangan berlayar yang dikeluarkan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Samarinda. Sebelumnya, Sejak 15 Agustus 2019 lalu, Landing Craft Tank (LCT) dengan nama lambung Ayu 78 milik perusahaan jasa pelayaran PT Ayu yang bermarkas di Sungai Lais, Kelurahan Sungai Kapih, Kecamatan Sambutan bertolak menuju Tanjung Api-api, Sumatera Selatan.
Jika tak menemui masalah dalam pelayarannya LCT diperkirakan sampai ke tujuan dalam waktu 8 hari, tapi alam berkehendak lain LCT itu dihempas cuaca buruk. Kapal besi itu diterjang ombak setinggi 2 meter karena cuaca ekstrem di perairan laut Jawa dan Kalimantan bagian selatan, tepatnya kandas di perairan Tanjung Lau, yang merupakan wilayah Kota Sampit, Kalimantan Tengah, pada senin 19 agustus lalu.