Selasa, 23 Juli 2019
[DISINFORMASI]
Tim Jabar Saber Hoaks Menerima Aduan Yang Menanyakan Kebenaran Dari Informasi Video Pengeroyokan Terhadap Anggota Tni & Polri Di Jambi Dengan Narasi "Masyarakat Setempat Diasut Dengan PKI Untuk Merebut Tanah Milik Tni"
Beradsarkan hasil penelusuaran Tim Jabar Saber Hoaks informasi Masyarakat Setempat Diasut Dengan PKI Untuk Merebut Tanah Milik Tni merupakan informasi salah.
.
[PENJELASAN]
Sengketa lahan milik PT Wira Karya Sakti (WKS) di Jambi, yang berujung pengeroyokan terhadap aparat TNI dan Polri ternyata sudah berlangsung cukup lama. Sengketa itu, menurut versi polisi, telah terjadi sejak 2018.
Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra mengatakan tanah milik WKS yang disengketakan merupakan hutan tanaman industri dengan jenis tanaman pohon akasia.
Pertemuan dengan Serikat Mandiri Batanghari (SMB) juga telah dilakukan berkali-kali tapi tidak menemukan titik terang.
SMB dalam sengketa ini ikut terlibat karena puluhan orang diduga anggota SMB terlibat penganiayaan terhadap aparat TNI dan Polri. Upaya penyelesaian sengketa lahan yang jalan di tempat itu, memicu M dan sejumlah anggota SMB membakar lahan tersebut. Lahan terbakar sejak tanggal 12 Juli.
Asep mengatakan pembakaran dilakukan untuk mengganti pohon akasia yang sudah ditanam oleh PT WKS dengan tanaman lain yang dapat mereka tanam. "M dan pengikutnya yang menyewa itu, membakar lahan di sana untuk mereka mengelola ulang tapi dengan tanaman biasa, singkong, dan sebagainya," tuturnya.
Pada Kamis (18/7), petugas pemadam kebakaran hutan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang didampingi satuan tugas. Upaya pemadaman itu justru dibalas dengan serangan dari sekitar 200 orang diduga anggota SMB.
.
Para penyerang merangsek hingga ke mess yang ada di sana. Sedikitnya tiga anggota TNI dan dua anggota Polri mengalami luka berat dan ringan dalam insiden ini. "Ketika (TNI-Polri) mendampingi itu masyarakat yang menguasai itu marah, tidak suka. Itulah terjadi penyerangan terhadap petugas dan perusakan mess-mess di sana," kata Asep.
.
[SUMBER KLARIFIKASI]
https://bit.ly/2XOUUxe
https://bit.ly/2GvPdK3
https://bit.ly/2Ynd9FL
https://bit.ly/32TDGOg