IKP Talks, Festival Literasi Digital

Dilihat: 1,033 kali
Senin, 10 Oktober 2022

Literasi Digital: Peluang dan Tantangan Bagi Kultur Masyarakat Jawa Barat

Sabtu, 8/10/2022, Dinas Komunikasi Informatika mengadakan kegiatan IKP Talks bertema “Literasi Digital: Peluang dan Tantangan Bagi Kultur Masyarakat Jawa Barat.” Kegiatan ini merupakan rangkaian dari kegiatan Festival Literasi Digital, Road to Java Festival 2023.

Pada kegiatan IKP Talks tersebut diselenggarakan pengukuhan Forum Komunikasi Kelompok Informasi Masyarakat (FK-KIM) dan Launching Aplikasi “Public” Klik layar touchscreen pada LED, serta Launching Progam Roadshow Jabar makin Cakap Digitial dari Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK).

Kegiatan IKP Talks yang diselengarakan di Hotel Novotel ini dihadiri oleh peserta dari Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK), Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), Kepala KPU Se-Jawa Barat, Mahasiswa dan komunitas pegiat literasi digital.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut dilakukan Deklarasi Penandatanganan Komitmen akur sauyunan babarengan menolak hoaks dalam pemilu serentak 2024 bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat dan seluruh KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Barat. Reza Alwan Sovnidar, Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Hubungan Masyarakat, KPU Jawa Barat, menyampaikan apresiasi yang tinggi karena dapat bertemu langsung dengan simpul-simpul masyarakat di Jawa Barat. Pemilu 2024, adalah pesta demokrasi khususnya di Jawa Barat, sehingga bagi KPU tidak akan melewatkan satu pun warga Jawa Barat untuk tidak berkontribusi di dalam pesta demokrasi. Reza memandang forum ini sangat strategis untuk bersilaturahmi dan bermitra, sehingga Pemilu serentak nanti di 2024 terselenggara dengan akur sauyunan babarengan.

Acara IKP Talks ini dibuka oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat, Dr. Ika Mardiah, M.Si., yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa di era digitalisasi hari ini arus distribusi informasi di media sosial mengalir begitu deras, cepat dan masif.

Selain berdampak positif, keberadaan media sosial saat ini juga kerap dijadikan alat oleh sekelompok pihak untuk menyebarkan narasi-narasi hoaks yang mengganggu kerukunan masyarakat. Di samping berita palsu atau hoaks, ruang-ruang kanal media sosial saat ini pun tak luput dari terpaan beragam konten negatif – hal tersebut sangat bertolak belakang dengan kultur masyarakat Jawa Barat yang dikenal ramah dan santun.

Kepala Diskominfo Jawa Barat juga mengapresiasi ikhtiar dari jajaran KPU Kabupaten dan Kota Se-Jawa Barat yang siap berkolaborasi dalam upaya penanggulangan hoaks, guna mewujudkan penyelenggaraan pemilu tahun 2024 yang sehat dan demokratis.

Dalam kegiatan IKP Talks Festival Literasi Digital tersebut, hadir sebagai Keynote Speech, Angkie Yudistia, Staf Khusus Presiden, menyampaikan bahwa salah satu pilar pembangunan bangsa salah satu dengan cara mengembangkan sumber daya manusia digital melaui upaya percepatan transformasi digital yang perlu diiringi dengan peningkatan literasi digital agar internet dan arus informasi banyak digunakan untuk hal-hal yang edukatif dan produktif. Perkembangan teknologi, lanjut Angky,  sejatinyadapat meningkatkan produktifitas, namun bila tidak disertai dengan kemampuan berpikir kritis, papar teknologi berdampak negatif, seperti banyak terjadi maraknya berita bohong atau hoaks serta etika digital yang jauh dari nilai-nilai kebangsaan, sehingga perlu meningkatkan literasi digital kepada masyarakat, termasuk kelompok rentan: disabilitas, perempuan, anak dan lansia. Harapannya kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pilar utam literasi digital yang mengutamakan adab dan budaya, keamanan siber, dan etika dalam berinteraksi di sosial media.

Dalam sesi Talk Show, hadir selaku narasumber, Dr. Ir. Bonifasius Wahyu Pudjianto, M.Eng, Direktur Pemberdayaan Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika. Bonafasius menyampaikan bahwa kemajuan teknologi untuk mendongkrak ekonomi, namun yang perlu memperhatikan kultur atau budaya setempat. Kearifan lokal tidak boleh hilang, dengan adanya internet justru kita dapat mengangkat keunikan Jawa Barat lewat pemanfaatan teknologi, dan kearifan ini perlu dijaga menjadi ujung tombak. Selain itu, Bonifasius menyampaikan tantang dan peluang digital ke depan terkait dengan potensi sumber daya manusia yang perlu dipersiapkan dengan baik, yang perlu diisi dengan hal-hal postif.

Sementara itu Muh NurFajar Muharrom selaku narasumber dari RTIK Jawa Barat menyampaikan tentang pentingnya menjaga keamanan data pribadi dari bahaya internet dan ancaman data pribadi.  Selain itu, Fajar menyampaikan kecakapan dan keterampilan dalam melindungi data pribadi seperti tidak sembarang memposting identitas diri di media sosial,  memasang fitur pengaman, waspada dengan berbagi link yang tidak jelas, atau mengganti password secara berkala.

Alfianto Yustinova narasumber dari Jabar Saber Hoaks menyampaikan latar belakang dibentuknya Jabar Saber Hoaks untuk membentengi masyarakat dari serangan-serangan informasi yang menyesatkan. Tugas utama Jabar Saber Hoaks adalah memantau dan menerima aduan dari masyarakat, melakukan pemeriksaan fakta, klarifikasi yang disampaikan di kanal media sosial, serta melakukan edukasi literasi digital.