Tekan Penyebaran Hoaks Dengan Membangun Critical Thinking Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2020

Tekan Penyebaran Hoaks Dengan Membangun Critical Thinking Masyarakat

Bertempat di Rumah Komunitas Musisi dan Mengaji atau KOMUJI, Jl. Cilaki No.33, Cihapit, Kota Bandung, Jabar Saber Hoaks menggelar forum diskusi dan sharing bersama komunitas. Diskusi yang mengusung tema “Inovasi, komunikasi dan kolaborasi kreatif dengan komunitas di era digital” yang digelar pada Rabu 21 Oktober 2020.

Dalam sambutannya, Kepala Seksi Pengolahan dan Penyediaan Informasi Dinas Komunikasi dan Informatika Probinsi Jawa Barat Ani Harliani, S.H., M.Si menyampakan apresiasi kepada KOMUJI yang telah menginisiasi kolaborasi bersama Jabar Saber Hoaks. Ani berharap, kerjasama ini sedianya bisa continue dengan forum-forum selanjutnya.

“Kami mengapresiasi inisiasi KOMUJI untuk berkolaborasi dengan Jabar Saber Hoaks. Semoga kerjasama ini bisa continue atau berlanjut,” ungkapnya.

Sementara dalam sambutan yang disampaikan oleh founder yang sekaligus koordinator KOMUJI, Egie Fauzy mengatakan, forum diskusi ini sebagai wadah untuk menggali lebih dalam bagaimana fenomena dahsyatnya arus penyebaran hoaks hari ini. Menurutnya, kabar bohong (hoaks) hari ini berpotensi terhadap munculnya polarisasi masyarakat di tengah majunya perkembangan teknologi informasi.

“Forum ini untuk menggali lebih dalam fenomena dahsyatnya arus penyebaran hoaks hari ini,” terang pria jebolan Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain Indonesia tahun 2000 ini.

Pada sesi diskusi yang dimoderatori oleh Daus Hadi itu, Alfianto Yustinova dari Jabar Saber Hoaks mengungkapkan selain hoaks akan menimbulkan kepanikan masyarakat, fenomena hoaks hari ini terindikasi sebagai sarana propaganda yang dibuat oleh kelompok-kelompok tertentu. Lebih lanjut Alfian menegaskan kehadiran Jabar Saber Hoaks diharapkan dapat memantik sikap masyarakat untuk dapat lebih kritis (tidak skeptis) terhadap setiap informasi yang beredar khususnya di ruang media sosial.

“Selain menimbulkan kepanikan, hoaks terindikasi sebagai sarana propaganda yang dibuat oleh kelompok-kelompok tertentu,” tegas Alfianto yang sehari-hari bertugas sebagai pemeriksa fakta (fact checker) di unit kerja Jabar Saber Hoaks ini.

Alfian pun berharap, komunitas-komunitas yang peduli akan isu hoaks dapat menjadi agen-agen di lingkungannya untuk secara mandiri melakukan pemeriksaan fakta terhadap setiap kabar atau informasi yang berkembang.

KOMUJI berdiri pada tanggal 17 Agustus 2011 di Kota Bandung. Organisasi ini memfasilitasi dan membantu komunitas anak muda dalam mengembangkan potensi diri di bidang kreativitas, melalui sebuah wadah pertemuan bersama, ruang kolaborasi kegiatan dan pembelajaran bersama.

Komuji fokus pada pengembangan potensi diri anak muda melalui berbagai aktivitas pembelajaran keterbukaan pemikiran dan critical thinking yang membiasakan diri dalam mengahapi perbedaan. (dep)