ANTISIPASI MARAKNYA PENYEBARAN HOAKS, KABUPETEN DAN KOTA DI JAWA BARAT KOMITMEN MEMBENTUK UNIT SABER HOAKS DAERAH

Dilihat: 1,558 kali
Kamis, 14 Juli 2022

Antisipasi maraknya penyebaran hoaks, Kabupeten dan Kota di Jawa Barat berkomitmen membentuk Unit Saber Hoaks Daerah

Bandung – Guna meningkatkan gerakan literasi digital sebagai upaya membentengi masyarakat dari paparan berita palsu atau hoaks, Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan lokakarya pembentukan unit penangkal hoaks di daerah.

Kegiatan yang dikemas melalui gelaran IKP FEST 2022 : Rapat Koordinasi IKP se-Jawa Barat itu dilaksanakan pada Kamis (14/7/22) di Pantai Indah Resort Hotel Pangandaran.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat, Ika Mardiah, mengatakan, salah satu alasan perlu dibentuknya unit saber hoaks di kabupaten dan kota, ialah untuk mengedukasi masyarakat agar bersikap kritis (critical thinking) terhadap setiap narasi-narasi ataupun konten yang ada dalam suatu informasi atau berita.

Memberdayakan sikap kritis dalam membaca suatu informasi atau berita adalah bagian dari gerakan literasi digital di era keterbukaan informasi saat ini – dengan mana hal itu menjadi salah satu tanggungjawab pemerintah.

“Sikap kritis dalam membaca suatu informasi adalah salah satu tujuan dari literasi digital,” ucapnya.

Selain itu, Ika menyebut, tidak jarang hoaks yang menyebar di kanal-kanal media sosial yang menyangkut tentang isu-isu lokal, olah karenanya, adanya unit saber hoaks didaerah sangat diperlukan.

Pada sesi talkshow lokakarya, pembicara dari Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Anthonius Malau, memaparkan tentang manajemen penanganan konten negatif yang telah ditangani oleh Direktorat Pengendalian Aplikasi Informatika.

Hingga bulan Juni tahun 2022, Anthonius mengungkap, ada 1.693.532 konten negatif. Dan sebanyak 2.929.348 konten negatif yang telah diblokir.

Konten negatif tersebut diantaranya adalah konten pornografi, perjudian, penipuan, HKI, terorisme, kemanan informasi, SARA, fitnah, dan beragam konten negatif lainnya.

Dalam menangani konten-konten negatif, Kemenkominfo RI fokus pada tiga area – yaitu pada area hulu, tengah, dan hilir.

Lebih lanjut, Anthonius mengapresiasi langkah Diskominfo Jawa Barat dalam penanggulangan hoaks melalui pembentukan unit saber hoaks di Kabupaten dan Kota.

“Kami mengapresiasi langkah Diskominfo Jawa Barat yang telah mereplikasi Jabar Saber Hoaks di Kabupaten dan Kota,” tuturnya.

Sementara itu, Pengelola Unit Saber Hoaks Kota Tasikmalaya, Momon Suryaman, mengatakan, saat ini pihaknya telah memulai mengkampanyekan program literasi digital.

Kedepan, lanjut Momon, pihaknya akan mengelaborasi kinerja unit saber hoaks di wilayahnya dengan lebih fokus pada penindakan pengecekan fakta (fact checking)

Lokakarya itu melibatkan 27 Kepala Diskominfo dan para Kepala Bidang IKP Se Jawa Barat, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Jawa Barat, serta diikuti secara daring oleh Badan Eksekutif Mahasiswa dari berbagai kampus.

Di sesi akhir lokakarya, seluruh peserta yang hadir membacakan deklarasi dan melakukan penandatanganan komitmen bersama untuk membentuk unit saber hoaks di kabupaten dan kota.

Berikut bunyi deklarasi yang dipandu pembacaannya oleh Oke Rosgana dari Diskominfo Kabupaten Subang.

“Komitmen Bersama Peningkatan Literasi Digital Di Daerah Melalui Pembentukan Unit Saber Hoaks Di Kabupaten dan Kota Se-Jawa Barat.”

“Kami Dinas Komunikasi dan Informatika se-Provinsi Jawa Barat berkomitmen untuk memberantas praktik judi online melalui upaya peningkatan literasi digital masyarakat di daerah.”

“Kami Dinas Komunikasi dan Informatika se Provinsi Jawa Barat berkomitmen melakukan berbagai upaya untuk membentuk Unit Saber Hoaks di Kabupaten dan Kota sebagai motor penggerak literasi digital masyarakat di daerah. Pangandaran, 14 Juli 2022.” (JSH)

*Penulis/Editor : Depi Agung Setiawan