Peran Relawan TIK Jawa Barat dalam Literasi Digital di Era Kemajuan Teknologi Informasi

Senin, 14 Desember 2020

Peran Relawan TIK Jawa Barat dalam Literasi Digital di Era Kemajuan Teknologi Informasi

Bandung – Perkembangan sistem informasi yang sedemikian pesatnya telah membawa dunia memasuki era baru yang lebih cepat dari yang pernah dibayangkan sebelumnya. Laju perkembangan sistem informasi ini mempengaruhi hampir semua kegiatan manusia, mulai dari kegiatan bekerja, bisnis bahkan dengan kegiatan sehari-hari manusia membutuhkan teknologi sebagai sumber informasi.

Salah satu tujuan pengembangan teknologi informasi yaitu untuk mencerdaskan masyarakat agar dapat beradaptasi dengan perkembangan era teknologi saat ini. Namun, dibalik dampak positif terdapat juga dampak negatif atas perkembangan teknologi informasi dan komunikasi hari ini, salah satunya pengaruh terhadap perilaku sosial, maraknya penipuan online, Antisocial Behavior.

Pada acara Ngopi Bareng Bersama Jabar Saber Hoaks pada Sabtu (12/12/20) ini, Jabar Saber Hoaks mengangkat topik “Peran Relawan TIK Jawa Barat Dalam Literasi Digital di Era Kemajuan Tekologi Informasi”.

Diawal diskusi, narasumber dari Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi Jawa Barat (RTIK Jabar) Muhammad Nurfajar Muharom mengatakan, bahwa kemajuan teknologi saat ini harus dapat dimanfaatkan oleh manusia.

“Kemajuan teknologi saat ini harus dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh manusia,” ungkapnya.

Bahwa manusia itu sendiri, lanjut Fajar, harus mampu mengontrol (mengendalikan) kemajuan teknologi. Jangan sampai terbalik, manusia yang dikendalikan oleh kemajuan teknologi.

Merujuk pada visi relawan TIK Indonesia, bahwasannya Relawan TIK adalah sebagai pribadi, sekaligus warga masyarakat unggulan yang siap siaga mengemban misi sosial, kemasyarakatan dan kemanusiaan bagi pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan/penguasaan keterampilan teknologi informasi dan komunikasi untuk kemaslahatan masyarakat dan kemajuan bangsa.

Terkait dengan misi sosial dan kemanusiaan, Fajar menyebut, bahwa RTIK Jabar telah berupaya hadir di tengah masyarakat dalam berbagai kegiatan sosial. Pada saat terjadi bencana, RTIK Jabar selalu berupaya untuk selalu tanggap turun ke lapangan dalam rangka membantu menyebarkan informasi aktual di tengah bencana, termasuk meluruskan kabar-kabar simpang siur yang menyebar di media sosial disaat terjadi bencana.

“Pada saat bencana banjir di Kabupaten Sukabumi misalnya, kita (RTIK Jabar) gerak cepat mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, khususynya kebutuhan para pengusngsi saat situasi darurat. Termasuk meluruskan kabar-kabar yang simpang siur di media sosial saat terjadi bencana”, lanjutnya.

Sementara dalam konteks bencana sosial pandemic Covid-19, Fajar mengatakan, bahwa RTIK Jabar telah bekerjasama dengan para kelompok UMKM lokal dalam rangka mempertahankan (resilience) aktifitas usaha ekonomi para UMKM ditengah guncangan ekonomi dari dampak pandemi.

Dalam praktiknya, RTIK Jabar telah membantu para UMKM lokal agar dapat memanfaatkan kemajuan teknologi informasi.

“Alhamdulillah, selama masa pandemi Covid-19 ini, RTIK Jabar coba memberikan beberapa paket pelatihan kepada para UMKM lokal tentang pemanfaatan teknologi informasi,” katanya.

Terkait dengan program literasi digital itu sendiri, selama tahun 2020, RTIK Jabar telah melakukan beberapa tematik kegiatan literasi digital yang melibatkan berbagai pihak, diantaranya yaitu: digital parenting, digital lifestyle, digital society, digital government, digital economy.

Literasi tradisional biasanya merujuk kepada kemampuan dan keterampilan individu yang berbasis membaca, menulis, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari sehingga literasi tidak dapat dilepaskan dalam membaca.

Sementara pada era perkembangan teknologi konsep baru literasi lebih ditekankan pada literasi teknologi atau kemampuan untuk memanfaatkan media baru seperti internet untuk mengakses dan mengkomunikasikan informasi secara efektif. (Depi Agung Setiawan/JSH)