TAK HANYA LUKAI MASYARAKAT PENYINTAS, PENYEBARAN HOAKS DITENGAH BENCANA CEDERAI PRINSIP KEMANUSIAAN

Dilihat: 337 kali
Jum'at, 25 November 2022

Cianjur (25/11/22) – Di zaman kemajuan teknologi informasi hari ini, beragam peristiwa yang terjadi di berbagai belahan bumi dapat dengan mudah dan cepat tersebarluaskan – seperti peristiwa bencana gempa bumi yang menimpa Kabupaten Cianjur Jawa Barat pada 21 November 2022.

Bak rambatan magnet aliran listrik, hanya dalam hitungan detik sejak terjadinya guncangan, informasi kejadian gempa bumi di Cianjur yang menelan korban jiwa lebih dari 270 itu dengan sangat cepatnya meluas ke ruang-ruang media komunikasi publik, hingga jadi sorotan masyarakat global.

Bencana gempa bumi yang menimpa Cianjur kali ini tergolong sebagai bencana alam berskala nasional. Merujuk pada rilis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur per tanggal 24 November 2022 pukul 16.00 WIB, gempa bumi yang mengguncang sekitar 16 kecamatan dan 130 wilayah desa itu setidaknya telah merusak sebanyak 56.311 hunian rumah warga.

Tidak saja telah meluluhlantahkan berbagai fasilitas publik, pada 24 November 2022, otoritas pemerintah daerah setempat menyatakan sebanyak 272 orang dinyatakan meninggal dunia.

Tak hanya menderita karena telah kehilangan sebagian anggota keluarga akibat tertimpa reruntuhan material bangunan rumah dan juga longsoran tanah, pasca kejadian gempa, kondisi psikologis keluarga korban gempa Cianjur diperparah oleh berseliwerannya informasi tidak jelas fakta dan sumbernya.

Merujuk pada data Unit Jabar Saber Hoaks, per tanggal 25 November 2022, Unit Jabar Saber Hoaks telah menjaring setidaknya 18 informasi bohong alias hoaks yang berisi beragam klaim narasi terkait peristiwa gempa bumi di Cianjur.

“Per hari ini (25 November 2022), kami telah memerifikasi sebanyak 18 informasi keliru alias hoaks yang terkait dengan kejadian gempa di Cianjur,” ujar Alfianto Yustinova, Ketua Unit Jabar Saber Hoaks.

Koordinator Divisi Pelayanan Aduan dan Pengecekan Fakta Unit Jabar Saber Hoaks, R. Tommy Sutami, menyebut, hoaks seputar gempa bumi Cianjur telah menyebar pada beragam kanal media sosial dan aplikasi perpesanan dengan beragam bentuk narasi, seperti narasi berbentuk pesan suara (voice note), potongan video lawas berketerangan palsu, dan potongan gambar dengan narasi menyesatkan.

Sementara itu, Wakil Ketua Unit Jabar Saber Hoaks, Depi Agung Setiawan, mengatakan, apa pun motifnya, menyebarkan berita palsu atau hoaks di tengah situasi bencana sangatlah berbahaya.

“Tak hanya melukai para penyintas, hoaks yang menyebar di tengah situasi bencana jelas telah mencederai prinsip kemanusiaan,” tegas Depi

*Penulis : Tim JSH