Kamis, 05 Maret 2026
Beredar narasi di Facebook dan X yang menyebut Iran menyindir atau merendahkan Indonesia setelah Indonesia menawarkan diri sebagai mediator konflik.
CEK FAKTA :
Berdasarkan laporan Kontan , Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan Indonesia telah berkomunikasi dengan Amerika Serikat dan Iran untuk menawarkan fasilitasi dialog damai. Ini menunjukkan konteks sebenarnya adalah inisiatif diplomatik dari Indonesia, bukan respons penolakan bernada hina.
Sejalan dengan itu, MetroTVNews melaporkan bahwa Kedutaan Besar Iran di Jakarta justru mengapresiasi niat Indonesia menjadi mediator. Iran hanya menegaskan bahwa saat ini belum membuka ruang negosiasi dengan Amerika Serikat, bukan menyampaikan penolakan bernada merendahkan.
Penelusuran lebih lanjut pada kanal resmi pemerintah Iran serta pemberitaan media kredibel juga tidak menemukan pernyataan yang sesuai dengan narasi dalam unggahan viral. Sejumlah media arus utama tidak melaporkan adanya penolakan Iran terhadap mediasi Indonesia dengan kutipan seperti yang beredar.
Unggahan tersebut berasal dari akun media sosial dan tidak menyertakan sumber primer, tanggal kejadian, maupun konteks pernyataan yang dapat diverifikasi.
KESIMPULAN :
Klaim narasi Iran menyindir atau merendahkan Indonesia setelah Indonesia menawarkan diri sebagai mediator konflik adalah tidak benar. Narasi tersebut termasuk misleading content.
RUJUKAN :
TEKS :
Keysha Dewi ( @keyshsals )