Selasa, 29 Juli 2025
Beredar postingan di Facebook yang menarasikan bahwa Difteri telah dinyatakan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) di DKI Jakarta dan Jawa Barat dengan 600 kasus dan 38 anak meninggal, serta rumah sakit yang penuh. Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengadakan imunisasi massal hingga 11 Desember untuk anak usia 1–19 tahun. Masyarakat diimbau untuk tidak jajan di luar, terutama jajanan dengan bumbu tabur atau cabe kering seperti pada cilok, tahu crispy, dan otak-otak, karena dikhawatirkan terkontaminasi kencing tikus. Penularan difteri mirip TBC, melalui droplet (ludah, batuk), dan gejalanya meliputi demam, sakit tenggorokan, kesulitan bernapas, serta lapisan abu-abu di tenggorokan.
CEK FAKTA
Dikutip dari Kompas.com, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan, Aji Muhawarman, menepis informasi yang menyebutkan adanya Kejadian Luar Biasa (KLB) difteri di wilayah Jakarta dan Jawa Barat pada akhir Juli 2025.
Selain itu dilansir dari Tribunjakarta.com, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, secara tegas membantah kabar yang menyebutkan bahwa wilayah Jakarta sedang mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB) difteri. Ia menilai informasi yang beredar tersebut tidak benar dan menyesatkan, serta tidak mencerminkan situasi yang sebenarnya terjadi di lapangan. Ani menekankan bahwa Dinkes DKI terus memantau perkembangan kasus melalui sistem surveilans daring yang terintegrasi dengan fasilitas kesehatan.
KESIMPULAN
Informasi tentang KLB Difteri di Jakarta dan Jawa Barat pada Juli 2025 adalah tidak benar, Misleading Content.
RUJUKAN
TEKS
Arvi Nur Illahi (@arvinrill)