VIRAL PABRIK PEMBUATAN BERAS PALSU DARI PLASTIK

DATA INFORMASI KLARIFIKASI
JENIS KLARIFIKASI
PANGAN - MAKANAN
LOKASI INFORMASI
NASIONAL - NASIONAL
JENIS INFORMASI
HOAKS - FALSE CONTEXT
KANAL ADUAN
FACEBOOK
BUKTI ADUAN
VIDEO
PETUGAS CEK FAKTA
Tommy Sutami
DILIHAT
826 KALI

Selasa, 24 Oktober 2023

Sebuah video yang diunggah di Facebook memperlihatkan pabrik yang sedang memproduksi beras palsu dari plastik. Dalam video terlihat para pekerja memasukan bahan plastik pada mesin dan akhirnya menghasilkan serbuk yang menyerupai beras.

Lalu, benarkah informasi yang dibagikan oleh akun tersebut?


CEK FAKTA: Dilansir dari Kompas.com, video yang menampilkan seorang pekerja memasukkan lembaran plastik dalam mesin tersebut merupakan video yang diunggah oleh channel YouTube bernama Civil Engineers Club, yang berjudul "Manufacturing process of Plastic Rice", yang telah beredar sejak 2017 lalu. Pada detik ke-48 tampak kemasan karung berwarna oranye dan putih bertuliskan EVA. EVA sendiri merupakan singkatan dari ethylene vinyl acetate, yang merupakan butiran atau serpihan plastik.

Informasi keliru seputar beras palsu telah dibantah oleh salah satu media China pada 8 Mei 2017. Video mengenai beras palsu itu diklaim bersumber dari sebuah pabrik di China, tetapi hasil penelusuran menunjukkan klaim tersebut tidak benar. Mesin yang tampak dalam video merupakan pencacah plastik yang umum digunakan untuk mendaur ulang plastik. Plastik dicacah agar mudah disimpan, dipindahkan, dan didaur ulang. Dengan demikian, butiran atau serpihan putih dalam video bukan beras, melainkan plastik daur ulang.

KESIMPULAN: Video yang bernarasi seolah-olah terdapat pabrik yang memproduksi beras plastik tersebut terbukti tidak benar, dan termasuk dalam kategori HOAX. Karena mesin yang sedang bekerja tidak sedang mengolah plastik menjadi beras, melainkan mencacah plastik yang hendak didaur ulang. Selain itu, salah satu media China pun telah membantah hal tersebut, penelusuran oun menunjukan bahwa klaim tersebut tidak benar.

Informasi tersebut termasuk dalam kategori False Context.

RUJUKAN: 
https://bitly.ws/YgbP

Pemeriksa Fakta: M. Iqbal Prijambodo
Instagram: @mlqbalp