Senin, 10 Agustus 2026
[HOAKS: MISLEADING CONTENT]
Beredar unggahan di Instagram yang mengklaim efek samping berbahaya vaksin DPT Daptacel sengaja disembunyikan, seperti “bayi boneka”, kejang, pingsan, dan gangguan saraf.
CEK FAKTA :
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa informasi tersebut tidak utuh dan menyesatkan. Berdasarkan verifikasi Tirto dan CDC, Daptacel merupakan vaksin DTaP untuk mencegah difteri, tetanus, dan pertusis pada anak usia 6 minggu hingga sebelum 7 tahun dan diberikan dalam 5 dosis.
Informasi keamanan dan efek samping Daptacel tersedia untuk publik.
Dokumen FDA mencantumkan efek samping seperti nyeri, bengkak, demam, rewel, lemas, muntah, serta kejadian lebih jarang seperti HHE (anak menjadi sangat lemas dan kurang responsif), dan kejang.
Dokumen tersebut juga mencantumkan kondisi yang perlu diperhatikan, seperti anafilaksis, gangguan otak atau saraf, serta risiko apnea pada bayi prematur. Anak dengan riwayat kejang, demam tinggi, pingsan, atau menangis lebih dari 3 jam setelah dosis sebelumnya perlu berkonsultasi dengan dokter untuk mempertimbangkan risiko-manfaat sebelum menerima dosis berikutnya.
Efek samping sistemik lebih sering terjadi pada dosis pertama-ketiga, sedangkan reaksi lokal lebih sering pada dosis keempat-kelima.
KESIMPULAN :
Klaim bahwa efek samping berbahaya vaksin DPT Daptacel sengaja disembunyikan adalah tidak benar dan termasuk kategori Misleading Content, karena informasi mengenai efek samping dan kondisi yang perlu diperhatikan telah tercantum dalam dokumen keamanan resmi dan dapat diakses publik.
RUJUKAN :
TEKS : Syifa Sofiana @syifaaaaas__