VAKSIN COVID-19 MENJADI PENYEBAB KEMATIAN PELARI DAN PENDAKI

DATA INFORMASI KLARIFIKASI
SUMBER HOAKS
INSTAGRAM
KANAL ADUAN
INSTAGRAM
BUKTI ADUAN
GAMBAR
PETUGAS CEK FAKTA
Tommy Sutami
DILIHAT
51 KALI

Senin, 10 Agustus 2026

[HOAKS - MISLEADING CONTENT]


Beredar unggahan dari akun Threads “satzoutboy2026” pada Minggu (17/7/2026) menyebarkan klaim mengenai kasus serangan jantung mendadak yang dialami seorang pendaki gunung akibat kelelahan. Dalam narasi tersebut, pemilik akun mengaitkan kejadian ini dengan efek vaksinasi COVID-19 jenis  mRNA dan Adenovirus vector. Ia mengimbau masyarakat yang telah menerima jenis vaksin tersebut untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, seperti EKG/ECG, serta uji fungsi liver dan ginjal ke dokter spesialis. 


CEK FAKTA:

Berdasarkan penelusuran Tempo, klaim tersebut diverifikasi dengan membandingkan pemberitaan nusabali.com dan balipost.com . Nusa Bali melaporkan pendaki Gusti Agung Putu Agus Eka Sanjaya meninggal setelah mengeluhkan nyeri dada saat mendaki, sedangkan Bali Post mengutip Kepala Puskesmas Selat I Made Sudarba yang menduga korban mengalami kelelahan ekstrem hingga gagal jantung.

Terkait kematian pelari di Bandung, Tempo menghubungi Ketua PMI Kota Bandung, Ade Koesjanto, melalui WhatsApp. Ia menegaskan tidak ada informasi bahwa pelari Addo Wibisono meninggal karena baru menerima vaksin Covid-19.


Tempo juga mewawancarai anggota Komnas KIPI, Dr. Arif Nur Muhammad Ansori, melalui WhatsApp, serta mengutip keterangan tertulis Guru Besar FK-KMK UGM kepada Tempo, Prof. Dr. dr. Denny Agustiningsih. Keduanya menegaskan tidak ada bukti yang mengaitkan kematian pendaki dan pelari tersebut dengan vaksin Covid-19, karena penyebab kematian harus dipastikan melalui pemeriksaan medis.


KESIMPULAN:

Klaim yang mengaitkan kematian pendaki dan pelari dengan efek vaksin Covid-19 adalah hoaks. Hasil verifikasi menunjukkan tidak ada bukti medis yang mendukung klaim tersebut, dan penyebab kematian tidak dapat dikaitkan dengan vaksin tanpa pemeriksaan medis yang komprehensif. 


RUJUKAN: 

Tempo.co

nusabali.com

balipost.com 


TEKS: Moh Rahhael Malka Badzaly @rahhaelmalka