Jum'at, 31 Juli 2026
[HOAKS : MISLEADING CONTENT]
Beredar unggahan di Instagram yang mengeklaim bahwa penggunaan sunscreen justru meningkatkan risiko kanker kulit, disertai anjuran membuat "tabir surya buatan sendiri" menggunakan bahan seperti lemak sapi dan minyak zaitun sebagai alternatif.
CEK FAKTA:
Berdasarkan verifikasi Tim AFP, klaim ini disampaikan ahli epidemiologi Nicolas Hulscher, yang sebelumnya berulang kali dikoreksi karena menyebarkan disinformasi seputar Covid-19 dan topik kesehatan lainnya, dalam video di Facebook pada 4 Juli 2026, bersamaan dengan gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa dan Amerika Utara.
Namun, perwakilan Health Canada menegaskan bahwa sunscreen buatan sendiri tidak pernah dievaluasi keamanan maupun efektivitasnya, berbeda dari produk komersial yang tetap aman digunakan sesuai petunjuk. Paparan sinar mataharilah, bukan sunscreen, yang sebenarnya menjadi penyebab utama kanker kulit.
Soal sunscreen buatan sendiri, para ahli memperingatkan bahwa SPF-nya tidak bisa dipastikan tanpa uji laboratorium, sementara bahan seperti minyak kelapa dan minyak zaitun justru tidak memiliki nilai SPF. Terkait kekhawatiran kandungan benzena dalam sunscreen komersial, benzena bukan bahan yang sengaja ditambahkan melainkan kontaminan yang bisa muncul dalam kondisi tertentu, dan dokter tetap tidak menyarankan masyarakat membuang sunscreen yang dibeli di toko.
CEO Melanoma Canada, Falyn Katz, memperingatkan bahwa misinformasi ini berpotensi meningkatkan kasus kanker kulit yang sebenarnya bisa dicegah, dan menyarankan kombinasi pelindung fisik seperti pakaian tertutup dan topi bersama penggunaan sunscreen resmi.
KESIMPULAN :
Klaim yang menyebutkan bahwa sunscreen menyebabkan kanker kulit merupakan hoaks. Kaitan yang ditemukan sebenarnya disebabkan oleh perilaku penggunaan yang tidak tepat dan tingkat paparan sinar matahari yang lebih tinggi, bukan oleh sunscreen itu sendiri. Sunscreen buatan sendiri juga tidak disarankan karena tidak teruji keamanan dan efektivitasnya, sementara sunscreen komersial tetap menjadi metode perlindungan utama yang direkomendasikan para ahli.
RUJUKAN:
TEKS: Nauvaldi Pramudya Ardani @nauvaldipr