PENDETA HINDU DI INDIA JATUH DARI TEBING DEMI BUKTIKAN BISA TERBANG

DATA INFORMASI KLARIFIKASI
SUMBER HOAKS
FACEBOOK
KANAL ADUAN
FACEBOOK
BUKTI ADUAN
VIDEO
PETUGAS CEK FAKTA
Tommy Sutami
DILIHAT
80 KALI

Senin, 27 Juli 2026

 [HOAKS : FALSE CONTEXT]

Beredar video di Facebook yang menampilkan seorang pendeta Hindu di India terjatuh dari tebing. Unggahan tersebut disertai narasi bahwa korban sengaja melompat untuk membuktikan dirinya memiliki kesaktian dan mampu terbang setelah menjalani ritual keagamaan. Narasi ini kemudian ramai dibagikan dan memunculkan anggapan bahwa peristiwa tersebut merupakan aksi untuk menguji kemampuan supranatural.

CEK FAKTA:

Dikutip dari Tempo.co, hasil penelusuran menunjukkan bahwa narasi yang menyebut pendeta tersebut sengaja melompat demi membuktikan dirinya bisa terbang tidak didukung bukti yang valid. Berdasarkan pemeriksaan media pemeriksa fakta India, korban sebenarnya meninggal akibat terjatuh saat memimpin sebuah ritual di atas bukit. Tidak ditemukan informasi yang membenarkan bahwa insiden tersebut merupakan aksi untuk membuktikan kemampuan terbang. Dengan demikian, narasi yang menyertai video telah memberikan konteks yang keliru terhadap peristiwa sebenarnya.


Sementara itu, dikutip dari Hidayatullah.com, peristiwa tersebut terjadi di Bukit Gampa Mallayya Swamy, Andhra Pradesh, India. Seorang pendeta berusia 49 tahun dilaporkan meninggal setelah kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke jurang ketika memimpin ritual keagamaan yang dihadiri ratusan umat. Sebelum insiden terjadi, korban memang berada di atas batu saat prosesi ritual berlangsung. Aparat kepolisian kemudian mengevakuasi jenazah dan melakukan penyelidikan atas kejadian tersebut. Namun, tidak ada keterangan resmi yang menyatakan bahwa korban sengaja melompat untuk membuktikan dirinya mampu terbang.


KESIMPULAN :

Video yang beredar memang memperlihatkan seorang pendeta Hindu di India yang meninggal setelah terjatuh dari tebing. Namun, narasi yang menyebut korban sengaja melompat demi membuktikan dirinya bisa terbang merupakan informasi menyesatkan (false context). Fakta yang terverifikasi menunjukkan bahwa korban meninggal akibat terjatuh saat memimpin ritual keagamaan, sementara klaim mengenai upaya membuktikan kemampuan terbang tidak didukung oleh bukti maupun keterangan resmi. Oleh karena itu, masyarakat perlu berhati-hati terhadap narasi yang ditambahkan pada video viral dan selalu memeriksa kebenarannya melalui sumber yang kredibel.

RUJUKAN : 

Tempo.co

Hidayatullah.com


TEKS : Putri Manda Sazkia @maandaszk