WASPADA! INDONESIA AKAN MENGALAMI CUACA PANAS EKSTREM SETIAP 60 TAHUN SEKALI

DATA INFORMASI KLARIFIKASI
SUMBER HOAKS
FACEBOOK
KANAL ADUAN
FACEBOOK
BUKTI ADUAN
GAMBAR
PETUGAS CEK FAKTA
Tommy Sutami
DILIHAT
71 KALI

Sabtu, 11 Juli 2026

[HOAKS :  FABRICATED CONTENT]


Adanya pesan berantai yang beredar luas soal klaim adanya periode cuaca panas ekstrem yang terjadi sekali dalam 60 tahun di Indonesia. Dalam pesan berantai tersebut menyebutkan larangan minum air dingin atau air es karena dapat menyebabkan pembuluh darah kecil pecah atau meledak. Pesan ini mulai ramai dibagikan dalam beberapa hari terakhir, salah satunya lewat sebuah akun Facebook yang mengunggahnya pada 7 Juli 2026. 


CEK FAKTA:

Penelusuran Cek Fakta Liputan6.com turut menemukan bantahan resmi dari BMKG. Dalam keterangan di laman resminya, BMKG menegaskan tidak pernah memakai istilah "cuaca sekali 60 tahun" dalam prakiraan cuaca maupun iklim, karena kondisi atmosfer dipantau terus-menerus dan dianalisis dengan metode ilmiah, bukan berdasar klaim yang beredar di media sosial. BMKG juga menjelaskan Indonesia beriklim tropis dengan dua musim, hujan dan kemarau, sehingga cuaca yang terasa lebih terik bukan berarti Indonesia memasuki musim panas seperti negara subtropis.

Terkait klaim larangan minum air dingin karena disebut memicu stroke, Cek Fakta Liputan6.com menghubungi dr. Muhamad Fajri Adda'i, Sp.J.P., yang menegaskan tidak ada bukti ilmiah yang mengaitkan stroke dengan kebiasaan tersebut. Ia menjelaskan stroke, baik jenis pendarahan maupun sumbatan pembuluh darah, terbentuk melalui proses panjang hingga bertahun-tahun, bukan dipicu seketika oleh suhu udara. Menurutnya, yang perlu diperhatikan saat cuaca panas adalah kecukupan cairan tubuh agar terhindar dehidrasi, bukan soal harus minum air hangat atau menghindari air dingin.


KESIMPULAN:

Klaim soal periode cuaca panas ekstrem yang terjadi sekali dalam 60 tahun di Indonesia tidak benar. BMKG menegaskan tidak pernah menggunakan istilah tersebut, dan cuaca terik yang dirasakan bukan tanda Indonesia memasuki musim panas ekstrem. Klaim larangan minum air dingin karena bisa memicu stroke juga tidak berdasar, karena stroke terbentuk melalui proses panjang, bukan dipicu seketika oleh suhu udara atau air dingin. 


RUJUKAN:

Liputan6.com

Liputan6.com

BMKG.go.id


TEKS: Moh Rahhael Malka Badzaly @rahhaelmalka