Jum'at, 22 Mei 2026
[HOAKS : MISLEADING CONTENT]
Beredar sebuah postingan di media sosial Facebook, yang mengklaim bahwa vaksin hantavirus sudah disiapkan pemerintah Indonesia sejak tahun 2024 dan penyakitnya baru diberitakan tahun 2026.
CEK FAKTA:
Setelah ditelusuri informasi dalam gambar tersebut adalah sebagian fakta yang dibumbui narasi keliru (disinformasi). Memang benar Kementerian Kesehatan RI melaporkan akumulasi 23 kasus konfirmasi Hantavirus di 9 provinsi di Indonesia sejak tahun 2024 hingga Mei 2026, seperti yang dilansir oleh Kompas pada 8 Mei 2026. Namun, narasi yang menyamakan situasi ini dengan "Covid Part 2" adalah keliru dan menyesatkan.
Dikutip dari Kompas.com, hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes Andi Saguni. "Yang tidak kalah penting adalah bagaimana ini dipahami oleh masyarakat. Jangan sampai berita yang disampaikan bersifat hoaks atau disinformasi," kata Andi. Andi mengatakan, kasus hantavirus tipe Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) di Indonesia dilaporkan telah ada sejak 1991. "Artinya sudah cukup lama dibandingkan isu-isu yang cenderung timbul belakangan ini," ujar dia.
Menurut Andi, menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan menjadi faktor penting guna mencegah penularan hantavirus yang sumber infeksinya dari tikus.
KESIMPULAN:
Postingan yang beredar di media sosial Facebook, yang mengklaim yang mengklaim bahwa hantavirus sudah ada di 9 provinsi di Indonesia tersebut tidak benar atau hoaks.
RUJUKAN:
Kompas.com
TEKS:
Fadhil Fauzan Kamil @fadhilfk_