TENTARA CINA MASUK JAKARTA UNTUK BUNUH RAKYAT INDONESIA

DATA INFORMASI KLARIFIKASI
JENIS KLARIFIKASI
KRIMINALITAS - PEMBUNUHAN
LOKASI INFORMASI
NASIONAL - NASIONAL
JENIS INFORMASI
HOAKS - FALSE CONTEXT
KANAL ADUAN
WHATSAPP
BUKTI ADUAN
GAMBAR
PETUGAS CEK FAKTA
Tommy Sutami
DILIHAT
140 KALI

Senin, 31 Juli 2023

Beredar sebuah video di Facebook pada tanggal 16 Juli 2023 dengan klaim tentara Cina masuk ke Jakarta untuk membunuh rakyat indonesia.
Video tersebut memiliki judul dengan narasi : 
_*TNI Bagmana ini...., ?????TENTARA CINA.. !! Sudah Masuk JKarta...!!ini Kan sudah di Atur Sama Jokowi untuk Membunuh Rakyat indonesia."
Dan di  dalam video tersebut juga ada narasi yang menyampaikan sebagai berikut : 
“Baju-baju komunis nih, kominis tentara China nyuci di Kelapa Gading nih. Di loundry kelapa Gading menerima pakaian seragam tentara China.Nih China china ni tuh tuh tentara China ini, nggak tau maksudnya apa ini tentara China nyuci baju di Kelapa Gading ini pasukanya udah banyak ini. Siap perang kayaknya ini, tuh tentara China tuh banyak bajunya nyuci di laundry Kelapa Gading ini, berapa ini satu batalion kayaknya nih._*TNI Bagmana ini...., 
Apakah benar klaim dari video tersebut? 

CEK FAKTA : Melansir dari Liputan6.com video yang beredar pada tanggal 16 Juli 2023 yang mengklaim tentara Cina masuk ke Jakarta untuk membunuh rakyat indonesia ternyata salah karena pakaian hijau itu bukanlah pakaian tentara Cina karena huruf yang ada pada pakaian tersebut bukanlah huruf Cina melainkan Korea.
dan pihak kepolisian tersebut juga telah menangkap tersangka berinisial Ace yang dianggap sebagai perekam sekaligus penyebar pertama informasi tersebut dan dari hasil pemeriksaan tersebut bahwasannya Ace bukanlah orang pertama yang menyebar informasi tersebut melainkan hanyalah korban dari informasi tersebut.

KESIMPULAN : Informasi yang mengklaim tentara Cina masuk ke Indonesia adalah informasi yang salah karena huruf yang ada pada pakaian tersebut bukanlah huruf cina melainkan Korea dan pihak polisi pun telah melakukan pemeriksaan pada penyebar informasi tersebut.
Informasi yang beredar termasuk kedalam kategori False Context.
 
RUJUKAN : 
http://bitly.ws/LQTo 
http://bitly.ws/LQTE 


Pemeriksa Data : Muhammad Adjie Iskandar
Instagram :@ ajiee_biasalahhh