HEBOH 100 KARYAWAN PABRIK DI MAJALENGKA KESURUPAN, TERIAK "PINGIN KEPALA"

DATA INFORMASI KLARIFIKASI
JENIS KLARIFIKASI
FENOMENA - MAKHLUK HIDUP
LOKASI INFORMASI
JAWA BARAT - KABUPATEN MAJALENGKA
JENIS INFORMASI
HOAKS - MISLEADING CONTENT
KANAL ADUAN
FACEBOOK
BUKTI ADUAN
GAMBAR
PETUGAS CEK FAKTA
Tommy Sutami
DILIHAT
138 KALI

Selasa, 18 Juli 2023

Beredar video viral  dari akun Pasundan Eskspress di Facebook, yang di tumbnail berita berjudul “Suasana Panik Dan Mencekam!! Heboh 100 Karyawan Pabrik di Majalengka Kesurupan, Teriak ‘Pengin Kepala’ ”. Tumbnail berita itu memasukkan gambar yang tidak sesuai dengan apa yang akan di beritakan. 


CEK FAKTA : Dalam video hanya menayangkan tulisan tulisan tentang kejadian yang terjadi di pabrik tersebut, tidak ada penayangan dimana karyawan berteriak ‘pengin kepala’. dan setelah di cek melalui artikel yang diterbitkan times indonesia kejadian yang diasumsikan sebagai kesurupan massal disebuah pabrik di Majalengka tidaklah benar. Kapolres Majalengka, AKBP Indra Novianto mengungkapkan penyebab dugaan kesurupan massal yang melanda ratusan karyawan pabrik industri tersebut.

"Ada sekitar 100 karyawan teridentifikasi mengalami kejadian ini. pemicunya diduga para karyawan itu kondisi perutnya kosong, belum sempat terisi sarapan sebelum memulai pekerjaan pada pagi hari," ungkap Kapolres Indra Novianto, Jumat (7/7/2023). 

Kasus kesurupan massal seperti yang terjadi di pabrik yang berada di Kabupaten Majalengka ini memang jarang terjadi, namun bukanlah hal yang benar-benar baru. para ahli percaya bahwa fenomena ini bisa terjadi akibat pengaruh Psikologis dan kondisi lingkungan yang memicu ketidakseimbangan mental dan emosi. 

KESIMPULAN : Unggahan video yang menayangkan berita mengenai “suasana panik dan mencekam!! heboh 100 karyawan pabrik di majalengka kesurupan, teriak ‘pengin kepala” adalah tidak benar. Dan peristiwa tersebut terjadi bukanlah karena hal mistis tetapi dikarenakan kondisi perutnya kosong, belum sempat terisi sarapan sebelum memulai pekerjaan pada pagi hari.

Informasi tersebut masuk kedalam kategori Misleading Content

RUJUKAN 

http://bitly.ws/Lfft
http://bitly.ws/LffQ
http://bitly.ws/LffZ

Pemeriksa Fakta : Isfahani Afina Putri
Instagram : @isfahaniii_