Kilas Balik Saber Hoaks Tahun 2020

Dilihat: 590 kali
Kamis, 07 Januari 2021

Kilas Balik Saber Hoaks Tahun 2020

Mengemban amanah menyampaikan klarifikasi informasi dan berita yang beredar di media dan di masyarakat, Jabar Saber Hoaks memiliki fungsi utama sebagai pemeriksa fakta-penyampai klarifikasi kepada publik.

Informasi dan berita diperoleh lewat pemantauan yang dilakukan terhadap berbagai media, baik itu media berita, situs-situs, maupun media sosial yang disinyalir sebagai ruang peredaaran hoaks yang cukup tinggi.

Selain pemantauan, Jabar Saber Hoaks juga menerima informasi lewat aduan yang disampaikan oleh publik melalui berbagai kanal media sosial, aplikasi percakapan, serta saluran penerima aduan lainnya seperti website dan e-mail.

Tentu saja, Jabar Saber Hoaks dalam perjalananya, di tahun 2020 memiliki kekurangan dan kelemahan dalam melayani publik, terutama dalam kecepatan merespon dan memyampaikan berita klarifikasi  yang terkadang perlu melakukan proses pemeriksaan fakta yang sesekali membutuhkan waktu, memerlukan validitas berbagai sumber atau referensi klarifikasi.

Ikhitiar menata diri terus diupayakan demi perbaikan dan optimalisasi pelayanan publik. Kebutuhan kepastian kebenaran informasi sangat dinanti masyarakat, sementara angin kencang hoaks terus tak henti menghantui jagat dunia maya yang tentunya mengganggu kondisi sosial di masyarakat.

Pada tahun 2020, Jabar Saber Hoaks telah menerima sekitar 5.954 aduan dengan beragam berita aduan, kategori isu serta lokus (tempat) peristiwa, baik yang sifatnya lokal, nasional, maupun internasional.  

Dari jumlah aduan tersebut , 3.660 aduan mengandung informasi hoaks dengan jenis hoaks yang beragam. Sementara jenis hoaks yang sering muncul lewat aduan tersebut adalah konten dibuat berdampak menyesatkan (misleading content) dan konten yang sengaja dibuat rekayasa (fabricated content). Tentu saja hal ini sangat merugikan publik dalam mempersepsi informasi, sangat membahayakan jika menjadi bahan pertimbangan untuk mengambil keputusan dan tindakan, lebih parah lagi jika dijadikan pijakan dalam mengatasi solusi persoalan.

Yang menarik juga untuk dicermati antara lain soal aduan informasi yang mengandung nilai kebenaran sekitar 2.275 aduan. Dalam hal ini, publik masih mempertanyakan kepastian sebuah informasi yang sudah benar adanya. Satu sisi publik menjadi kritis dalam menerima dan mencermati sebuah informasi yang beredar, sisi lain keraguan publik menjadi gangguan marwah kewibawaan informasi tersebut, terlebih melunturkan kepercayaan terhadap produsen informasi, baik bagi media berita, personal, lembaga, atau pemerintah.

Tentunya ini menjadi perhatian bersama bagi produsen informasi tentang bagaimana mengkonstruksi sebuah informasi yang berwibawa dan berkualitas, tentang bagaimana menyampaikan narasi yang lugas dan faktual sehingga keraguan (kepercayaan) publik dapat diminimalisir.   

Tahun 2020 merupakan tahun pandemi. Namun yang tak kalah penting dan mengkhawatirkan- juga diliputi tahun yang sesak dengan infodemi, informasi hoaks soal pandemi. Sehingga saking parahnya soal infodemi, Jabar Saber Hoaks melakukan rekapitulasi hoaks yang berkaitan dengan infodemi covid-19.

Intensitas aduan yang tinggi yang berkaitan dengan regulasi dan hukum menjadi perhatian bersama. 1.482 aduan yang berkaitan dengan regulasi-hukum dengan beragam topik ini, perlu disikapi dengan serius oleh pembuat atau penyampai informasi, entah itu media berita dan yang paling penting oleh pemangku kebijakan. Dipertanyakan dalam hitungan 1.482 aduan soal regulasi-hukum tersebut, tentunya menjadi tantangan tersendiri bagaimana sebuah kualitas informasi mampu dikonstruksi dan disampaikan dengan cara yang tepat.

Adapun tema aduan informasi hoaks yang sering muncul berjudul “Pukul 23.00 Wib Malam Ini, Pesawat Helikopter Malaysia Dan Singapura Akan Semprotkan Racun Pembasmi Corona Covid-19”. Tema ini seiring dengan munculnya fenomena pandemi covid-19, dan diadukan sebayak 93 aduan. Tentu saja hoaks tersebut cukup mengusik suasana kondisi sosial masyarakat. Informasi hoaks tersebut sengaja dibuat dan direkayasa (fabricated).

Partisipasi media berita sangat membantu dalam memerangi hoaks. Penyebaran klarifikasi oleh media juga membantu mempercepat dan memperbesar ruang sebaran dan intensitas klarifikasi.  Sebanyak 356 berita yang sebagain besar merupakan berita klarifikasi yang disampaikan oleh 108 media, hal ini menunjukkan partisipasi media yang sangat membantu dalam menangkal berita hoaks.

Jabar Saber Hoaks tidak hanya menyajikan kerja-kerja klarifikasi, namun juga meyuguhkan narasi literasi yang tematis dan kontekstual, antara lain: Saber Budaya, Saber Quotes, Saber Tainment, Saber Quiz, Saber Moment, serta Saber TV.

Di tengah pandemi sekaligus infodemi, pada tahun 2020 Jabar Saber Hoaks dituntut menghadapi penyesuaian kebiasaan baru dalam berkegiatan terutama berkaitan dengan sosialisasi langung kepada masyarakat. Rangkaian rencana kegiatan pun mengalami perubahan dan pengurangan baik dari sisi intensitas maupun partisipasi. Namun demikian tidak menyurutkan langkah dan semangat untuk menyentuh masyarakat langsung.

Meskipun intensitasnya tidak begitu tinggi, dan ditengah pandemi sekalipun, Jabar Saber Hoaks masih menyempatkan sosialisasi langsung bersama warga desa dengan memperhatikan protokol kesehatan (snd).