KENALAN SAMA NETIKET YUK!

Dilihat: 260 kali
Selasa, 16 Agustus 2022

Kehadiran internet membuat akses terhadap informasi hampir tidak terbatas sehingga memberikan kemudahan bagi setiap orang dalam berbagai hal. Dilansir dari lama DataIndonesia.id, berdasarkan survey yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), terdapat 210,03 juta pengguna internet di Indonesia pada periode 2021-2022. Jumlah tersebut meningkat 6,78% dibandingkan pada periode sebelumnya yang menginjak angka 196,7 juta orang. Hal itu pun turut membuat tingkat penetrasi internet di Indonesia menjadi sebesar 77,02% (Bayu, 2022).

Semakin meningkatnya jumlah pengguna internet, maka, konsumsi dan produksi informasi juga semakin bertambah. Bersamaan dengan hal tersebut, informasi negatif dan menyesatkan seperti halnya hoax juga menjadi bertebaran. Belum lagi, dalam ‘kehidupan digital’ ini, fenomena seseorang bisa ‘bicara dan bertindak semaunya’ kerap ditemukan dan seakan tidak dapat dihindari. Padahal, seperti halnya di kehidupan nyata, dalam ‘kehidupan digital’ pun terdapat sebuah norma dan tata tertib yang berlaku. Maka dari itu, mari kita berkenalan dengan apa yang disebut NETIKET.

Jadi, apa itu Netiket? Netiket atau netiquette adalah singkatan dari network etiquette atau lebih dikenal dengan sebutan etiket berinternet. Sesuai namanya, netiket ini merupakan tata krama dalam menggunakan internet (Kusumastuti et al., 2021). Seperti halnya etiket ketika berkomunikasi di kehidupan nyata, dalam ‘kehidupan digital’ pun kita harus berkomunikasi dengan menggunakan tata krama. Kita juga tentunya sadar, apa yang kita ketik dengan jari kita akan berdampak pada orang-orang yang terhubung dengan kita. Kita tidak dapat menganggap tulisan atau ‘cuitan’ yang kita kirim hanyalah kumpulan karakter yang menyusun sebuah kata, tapi kita juga harus ingat bahwa kita terhubung dengan individu lain melalui jaringan yang kita gunakan.

Konsep "netiket" ada sebagai upaya untuk menghindari atau setidaknya meminimalkan risiko kesalahpahaman, miskonsepsi dan penyebaran informasi menyesatkan. Kata netiket terdiri atas "network" dan "etiquette" yang dalam penelitian-penelitian terdahulu didefinisikan sebagai "etiquette of the network" dengan berpijak prinsip dasar etiket kesopanan dan rasa hormat dan di adaptasi ketika berkomunikasi dengan orang lain melalui media digital (Taşdelen et al., 2019).

Semoga membantu! Nantikan artikel selanjutnya yang berkaitan dengan netiket dan cyberbullying.


Penulis: Renaldi Maulana Yusuf