HOAKS DENGAN TOPIK KENAIKAN BBM MASIH JADI SOROTAN NETIZEN

Dilihat: 240 kali
Selasa, 27 September 2022

Bandung –Dikutip dari berita Liputan6.com yang dirilis pada 2 September 2021, berjudul “Menjaga Data Pribadi Aagar Terhindar Dari Hoaks”, Redaktur Pelaksana Cek Fakta Liputan6.com Edu Krisnadefa memaparkan, setidaknya ada beberapa cara untuk menjaga data digital agar terhindar dari hoaks.

Pertama, jangan mengakses situs sembarang, kedua bijaklah dalam menggunakan wifi publik dan komputer umum.

Selanjutnya tidak mengunduh sembarang aplikasi di gawai pribadi, kemudia agar masyarakat bijak menggunakan media sosial.

Disetiap pekannya, Unit Jabar Saber Hoaks (JSH) secara rutin mengunggah lima isu atau topik tertinggi hasil tindak pengecekan fakta yang menjadi sorotan atau atensi publik atau netizen.

Berikut adalah lima isu atau topik hoaks yang menjadi sorotan netizen pada durasi tanggal 19 hingga 25 September 2022.

Lima isu tertinggi sorotan netizen

1. Artikel berita Sri Mulyani sebut kenaikan BBM untuk bayar utang Negara

Unggahan hasil pengecekan fakta terkait topik ini mendapatkan interaksi dari para netizen sebanyak 31 kali, dengan total penjangkauan atau reach sebanyak 2.066.

Hasil tindak pengecekan fakta tim Jabar Saber Hoaks, hoaks dengan kategori figur itu tergolong sebagai disinformasi dengan konten yang dimanipulasi (manipulated content).

2. Dana BLT BBM merupakan dana desa yang direalokasi

Postingan hasil pengecekan fakta terkait topik ini mendapatkan interaksi dari para netizen sebanyak 35 dengan total reach sebanyak 2.724.

Hasil tindak pengecekan fakta Jabar Saber Hoaks, hoaks dengan kategori regulasi itu masuk sebagai disinformasi dengan konten yang menyesatkan (misleading content).

3. Pemerintah resmi melarang sekolah negeri memakai seragam agama tertentu

Postingan hasil pengecekan fakta terkait topik ini mendapatkan interaksi dari netizen sebanyak 45 dengan total reach sebanyak 2.822.

Hasil tindak pengecekan fakta Jabar Saber Hoaks, hoaks dengan kategori regulasi itu tergolong sebagai informasi keliru dengan konten yang dimanipulasi (manipulated content).

4. Buruh pribumi dianiaya oleh Cina Komunis

Unggahan hasil pengecekan fakta terkait topik ini mendapatkan interaksi dari para netizen sebanyak 103 dengan total penjangkauan atau reach sebanyak 6.442.

Hasil tindak pengecekan fakta Jabar Saber Hoaks, hoaks dengan kategori kriminalitas itu masuk sebagai disinformasi dengan kontek yang keliru (false context).

5. Foto Jokowi terima langsung sejumlah mahasiswa dengarkan aspirasi rakyat soal demo BBM

Unggahan hasil pengecekan fakta terkait topik ini mendapatkan interaksi dari netizen sebanyak 269 dengan total penjangkauan atau reach sebanyak 13.367.

Hasil tindak pengecekan fakta Jabar Saber Hoaks, hoaks dengan kategori satir itu tergolong sebagai disinformasi dengan konten parodi atau satir (parody/satire content).

Hoaks dengan topik kenaikan BBM masih jadi sorotan netizen

Berdasarkan data diatas, pada kurun tanggal 19 Agustus hingga 25 September 2022, berita palsu atau hoaks dengan topik kenaikan BBM mash jadi sorotan netizen.

Postingan hasil pengecekan fakta Jabar Saber Hoaks berjudul “Foto Jokowi terima langsung sejumlah mahasiswa dengarkan aspirasi rakyat soal demo BBM” adalah salah satu materi klarifikasi yang mendapat sorotan paling banyak dari netizen.

Tipe atau jenis disinformasi/misinformasi

Berdasarkan pengklasifikasian pada tipe atau jenis disinformasi/misinformasinya, dari total keseluruhan isu yang diverifikasi oleh Unit Kerja Jabar Saber Hoaks terurai menjadi tujuh tipe atau jenis hoaks – yaitu hoaks dengan jenis satire atau parodi, konten menyesatkan (misleading content), konten yang direkayasa (manipulated content), konten tiruan (imposter content), konteks yang keliru (false context), keterhubungan yang keliru (false connection), serta konten yang murni dipabrikasi alias fabricated content. (JSH)

*Editor : Depi Agung Setiawan